Rabu, 09 Oktober 2013

Pandangan Agama Islam Terhadap Teroris


          Terorisme adalah Tindakan yang menggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan, dalam usaha mencapai suatu tujuan (terutama tujuan politik). Teroris adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut (biasanya untuk tujuan politik). Teror  adalah perbuatan sewenang-wenang, kejam, bengis, dalam usaha menciptakan ketakutan, kengerian oleh seseorang atau golongan.
Sesuai dengan pengertian tersebut sebenarnya sudah jauh dari konsep islam sebenarnya yang tidak mempebolehkan kekerasan dan kejahatan dalam bentuk apapun sesui dengan  HR. Ahmad juz 7, hal. 410, no. 20874:

Kejahatan dan perbuatan jahat, keduanya sama sekali bukan ajaran Islam. Dan orang yang paling baik Islamnya ialah yang paling baik akhlaqnya. [HR. Ahmad juz 7, hal. 410, no. 20874].

     Karakteristik terorisme dapat ditinjau dari dua karakteristik, yaitu : pertama, karakteristik organisasi yang meliputi: organisasi, rekrutmen, pendanaan dan hubungan internasional. Karakter operasi meliputi: perencanaan, waktu, taktik dan solusi. Kedua, karakteristik perilaku: motivasi, dedikasi, disiplin, keinginan membunuh dan keinginan menyerah hidup-hidup.
        Karakteristik sumber daya yang meliputi: latihan/kemampuan, pengalaman perorangan dibidang teknologi persenjataan, perlengkapan dan transportasi. Motif terorisme: teroris terinspirasi oleh motif yang berbeda. Motif terorisme dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori: rasional, psikologi dan budaya yang kemudian dapat dijabarkan lebih luas menjadi: membebaskan tanah air dan memisahkan diri dari pemerintah yang sah.
      Kejahatan terorisme tergolong dalam kategori teori konspirasi. Menurut Bill, teori konspirasi yaitu teori yang menjelaskan penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok organisasi rahasia, orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh.
    Gerakan terorisme di berbagai belahan dunia, khususnya di Asia Tenggara dan Indonesia. Umumnya didasari karena faktor politik karena hal tersebut merupakan faktor terpenting dalam dunia internasional. Hal tersebut juga terjadi karena adanya keinginan dalam mementingkan kepentingan sendiri dan ingin merebut alih kekuasaan dunia. Maka teori konspirasilah yang akan berperan dengan mengadu domba mengatasnamakan teroris.  Tindakan terorisme ini tergolong adalam teori konspirasi, karena kasus terorisme ini direncanakan diam-diam oleh kelompok, organisasi rahasia, orang-orang atau organisasi dimana dalam kasus terorisme ini pelaku sudah merencanakan terlebih dahulu tindakannya tersebut secara diam-diam. 
     Akibat dari timbulnya gerakan terorisme yaitu banyaknya orang-orang yang menjadi korban. Kerusakan gedung-gedung serta fasilitas umum, timbulnya saling curiga antara agama satu dengan agama lain, Negara satu dengan Negara lain, dan lain-lain. Dalam tindakan terorisme merupakan dimensi kekerasan yang terjadi secara fisik, yang kemudian menimbulkan korban dan pertumpahan darah. Kekerasan dalam terorisme bukan hanya terjadi secara fisik tetapi secara jasmani dan mental.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar