Terorisme adalah Tindakan yang menggunaan kekerasan untuk menimbulkan
ketakutan, dalam usaha mencapai suatu tujuan (terutama tujuan politik). Teroris
adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut (biasanya
untuk tujuan politik). Teror adalah perbuatan sewenang-wenang, kejam,
bengis, dalam usaha menciptakan ketakutan, kengerian oleh seseorang atau
golongan.
Sesuai dengan
pengertian tersebut sebenarnya sudah jauh dari konsep islam sebenarnya yang
tidak mempebolehkan kekerasan dan kejahatan dalam bentuk apapun sesui
dengan HR. Ahmad juz 7, hal. 410, no. 20874:
Kejahatan
dan perbuatan jahat, keduanya sama sekali bukan ajaran Islam. Dan orang yang
paling baik Islamnya ialah yang paling baik akhlaqnya. [HR. Ahmad juz 7, hal.
410, no. 20874].
Karakteristik terorisme dapat ditinjau dari dua karakteristik, yaitu : pertama,
karakteristik organisasi yang meliputi: organisasi, rekrutmen, pendanaan dan
hubungan internasional. Karakter operasi meliputi: perencanaan, waktu, taktik
dan solusi. Kedua, karakteristik perilaku: motivasi, dedikasi, disiplin,
keinginan membunuh dan keinginan menyerah hidup-hidup.
Karakteristik sumber daya yang meliputi: latihan/kemampuan, pengalaman
perorangan dibidang teknologi persenjataan, perlengkapan dan transportasi.
Motif terorisme: teroris terinspirasi oleh motif yang berbeda. Motif terorisme
dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori: rasional, psikologi dan budaya
yang kemudian dapat dijabarkan lebih luas menjadi: membebaskan tanah air dan
memisahkan diri dari pemerintah yang sah.
Kejahatan terorisme tergolong dalam kategori teori konspirasi. Menurut Bill,
teori konspirasi yaitu teori yang menjelaskan penyebab tertinggi dari satu atau
serangkaian peristiwa adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya,
direncanakan diam-diam oleh sekelompok organisasi rahasia, orang-orang atau
organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh.
Gerakan terorisme di berbagai belahan dunia, khususnya di Asia Tenggara dan
Indonesia. Umumnya didasari karena faktor politik karena hal tersebut merupakan
faktor terpenting dalam dunia internasional. Hal tersebut juga terjadi karena
adanya keinginan dalam mementingkan kepentingan sendiri dan ingin merebut alih
kekuasaan dunia. Maka teori konspirasilah yang akan berperan dengan mengadu
domba mengatasnamakan teroris. Tindakan terorisme ini tergolong adalam
teori konspirasi, karena kasus terorisme ini direncanakan diam-diam oleh
kelompok, organisasi rahasia, orang-orang atau organisasi dimana dalam kasus
terorisme ini pelaku sudah merencanakan terlebih dahulu tindakannya tersebut
secara diam-diam.
Akibat dari timbulnya gerakan terorisme yaitu banyaknya orang-orang yang
menjadi korban. Kerusakan gedung-gedung serta fasilitas umum, timbulnya saling
curiga antara agama satu dengan agama lain, Negara satu dengan Negara lain, dan
lain-lain. Dalam tindakan terorisme merupakan dimensi kekerasan yang terjadi
secara fisik, yang kemudian menimbulkan korban dan pertumpahan darah. Kekerasan
dalam terorisme bukan hanya terjadi secara fisik tetapi secara jasmani dan
mental.